Kesaksian kisah sedih Pemilik Warung yang Isinya Dirampas habis Para Perusuh
Kesaksian kisah sedih Pemilik Warung yang Isinya Dirampas habis Para Perusuh

Kesaksian kisah sedih Pemilik Warung yang Isinya Dirampas habis Para Perusuh

Jakarta, Indobet.fun – Usma (64) berdiri di depan toko kelontongnya tepat di sebelah pos polisi Sabang, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta. Mengenakan baju garis warna merah dan celana bahan, matanya berlinang air mata.

Saat itu, tepatnya pukul 23.30 WIB, kerusuhan terjadi di Jalan Wahid Hasyim. Massa yang ganas membakar pospol. Kiosnya tidak dibakar, tetapi gerombolan menjarah isinya.

Kesaksian kisah sedih Pemilik Warung yang Isinya Dirampas habis Para Perusuh
Kesaksian kisah sedih Pemilik Warung yang Isinya Dirampas habis Para Perusuh

“Mas, tolong jangan bakar tokoku,” kata Usma saat kejadian kemarin, Rabu (22/5).

Dari kesaksian Usma, Kata Usma ketika polisi melemparkan gas air mata untuk mengusir para perusuh. Usma, yang tidak tahan dengan gas air mata, melarikan diri meninggalkan tokonya. Tapi dia punya waktu untuk mengunci toko. indobet

BACA JUGA :

Mulai Kondusif, Jalan Thamrin Sebagian Dibuka

Keesokan paginya sekitar pukul 5:30 WIB pagi, ketika para perusuh telah melarikan diri, Usma kembali ke toko. Tapi apa yang dilihatnya benar-benar menyedihkan: kiosnya dijarah kandas perusuh.

Kesaksian kisah sedih Pemilik Warung yang Isinya Dirampas habis Para Perusuh
Kesaksian kisah sedih Pemilik Warung yang Isinya Dirampas habis Para Perusuh

“Meski posisi barang terkunci, Dipaksa dibuka. Barang sekitar Rp. 20 juta hilang. Karena rokok semuanya mahal. Rokok, kopi, minuman habis. Rokok yang tersisa adalah 2 bungkus,” jelas Usma.

Nasib buruk Usma tumbuh karena dia tidak memiliki pakaian dan celana selain dari apa yang dia kenakan.

Kesaksian kisah sedih Pemilik Warung yang Isinya Dirampas habis Para Perusuh
Kesaksian kisah sedih Pemilik Warung yang Isinya Dirampas habis Para Perusuh

“Saya biasanya menginap di pospol. Baju-baju yang disimpan di pospol habis (terbakar),” katanya.

Anak putra Usma, Dadi (39), yang juga seorang pedagang toko kelontong di Palmerah, meminta ayahnya untuk kembali ke desa mereka di Kuningan, Jawa Barat, untuk mengumpulkan kembali modal. agen piala dunia

BACA JUGA :

Kelompok Pensiunan Pro-Prabowo Akan Mengambil Tindakan pada 22 Mei di KPU

“Saya minta Bapak pulang aja ke Kuningan, sore mau pulang,” kata Dadi.

Kisah serupa dialami oleh Rajab (62), toko minumannya telah habis dijarah oleh perusuh, Rabu (23/5). Rajab saat kejadian itu lagi pergi ke Depok untuk beristirahat.

Kesaksian kisah sedih Pemilik Warung yang Isinya Dirampas habis Para Perusuh
Kesaksian kisah sedih Pemilik Warung yang Isinya Dirampas habis Para Perusuh
Kesaksian kisah sedih Pemilik Warung yang Isinya Dirampas habis Para Perusuh
Kesaksian kisah sedih Pemilik Warung yang Isinya Dirampas habis Para Perusuh

Ketika ia kembali ke tokonya pada Kamis (23/5) pukul 11.00 WIB, isi tokonya sudah habis dijarah, meski ia sudah mengikat pintu toko dengan rantai besi. Tetapi Rajab memilih untuk tetap kuat dan ikhlaskan apa yang terjadi meskipun dia mengklaim kehilangan sekitar Rp30 juta.

“Udah ikhlas. Kita sudah tahu seperti apa 1998 itu. Jadi tidak mengejutkan,” katanya.

Image and video hosting by TinyPic

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here